Mengapa Saya Tetap Bertanya, "Jadi, Apa yang Anda Rasakan?"
Di ruang praktik, terkadang saya menjumpai pasien yang begitu duduk langsung berkata:
"Bukankah semuanya sudah bisa dilihat di sistem cloud asuransi kesehatan nasional?"
"Bukankah dokter lain sebelumnya sudah menuliskan semuanya di rekam medis?"
Memang benar, informasi medis saat ini jauh lebih lengkap dibandingkan dulu, dan pemeriksaan, pencitraan, serta catatan diagnosis di masa lalu memang menjadi referensi penting bagi dokter.
Namun, bagi saya, setiap kunjungan berobat tetap merupakan proses yang perlu dievaluasi ulang.
Rekam medis dapat membantu saya memahami apa yang terjadi di masa lalu, tetapi tidak dapat sepenuhnya menggantikan rasa tidak nyaman yang dirasakan saat ini, perubahan gejala, serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari saat ini.
Diagnosis yang sama, pada waktu yang berbeda, bisa jadi mewakili kondisi yang berbeda pula. Ada gejala yang membaik, ada yang justru memburuk, dan bisa juga muncul keluhan baru. Detail-detail ini sering kali hanya diketahui dengan jelas oleh pasien itu sendiri.
Karena itu, meskipun sudah ada catatan rekam medis sebelumnya, saya tetap akan bertanya lagi:
Apa yang paling mengganggu Anda saat ini?
Sejak kapan mulai terasa?
Seberapa besar pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari Anda?
Bertanya dan memeriksa ulang bukan karena tidak percaya pada penilaian dokter lain, melainkan karena setiap dokter perlu bertanggung jawab atas evaluasi dan sarannya sendiri pada saat itu. Proses seperti ini, bagi pasien, juga merupakan suatu bentuk perlindungan.
Hanya dengan deskripsi gejala yang lengkap, dipadukan dengan pemeriksaan fisik dan data pencitraan yang diperlukan, saya dapat menilai apakah kondisi saat ini sama dengan sebelumnya, serta apakah diperlukan penanganan atau pemantauan lebih lanjut.
Pelayanan medis yang baik bukan sekadar cepat mengambil kesimpulan, melainkan memastikan setiap penilaian memiliki dasar yang cukup, sekaligus menjawab kebutuhan pasien saat ini.